Demokrasi Kebablasankah Ini….?
Sejak terbukanya kran Demokrasi telah membuka ruang
bagi setiap warga Negara baik dalam menentukan pilihan atau juga di pilih,Namun
terbukanya ruang-ruang tersebut bukanlah berarti bahwa angin segar yang di
hembuskan sejak reformasi di dengungkan signifikan membawa perubahan,seperti
yang di utarakan “Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu suatu
pemerintahan yang menggariskan bahwa
kekuasaan berada di tangan banyak orang (rakyat)”namun yang terjidi hari hari
ini apa lacur kekuasaan rakyat di jadikan tameng untuk meluluskan keinginan
licik mereka untuk meraup keuntungan yang sebanyak-banyaknya.
Sebenarnya aku tidaklah tertarik membicarakan
tema ini namun apa kuasaku teman ngobrol ini adalah seorang penjahit yang cukup
sering dan bahkan tiap hari slalu di suguhi perbincangan-perbincangan seperti
ini oleh yang hilir mudik di areal tersebut…hehehheheee aq mulai menertawai
diri ku,kenapa aq tidak datang belajar dan mempelajari situasi nyata dan
komplek seperti ini saja,,, atau politisi-politis itu coba Sesekali ke tempat
ini,bukankah sebenarnya ini tempat yang gratis untuk menikmati perdebatan
ala-ala masyarakat seutuhnya atau jangan-jangan situasi yang aku amati ini
hanya sekedar kamuflase dari bising dan penatnya keseharian yang kecendrungan
monoton sehingga memaksa mereka menemukan bahan pembicaraan yang lain dari
aktifitas mereka sehari-hari yang walaupun keadaannya meksa saya yang
mendengarkannya bertanya-tanya apakah ini serius atau tidak tapi bagi saya ini
unik.Bukan bermaksud melebih-lebihkan sumpah aku kaget bangat ketika seorang teman ngobrol ku yang berprofesi seperti yang aq ceritakan di atas melontarkan pertayaan,Sebenarnya mereka yang akan sedang ikut kontestasi ini paham dan tahu Tidak dengan apa yang akan mereka lakukan ketika terpilih kelak…?emang she kalau melihat komposisi keterwakilan dari setiap partai tentu paling tidak tergambar bahwa semua partai sudah di wakili oleh kalangan Pengusaha,Politisi murni,kalangan aktifis,dan Akademisi mungkin saja dengan latar belakangan dan keahlian masing-masing ini meraka tahu dan paham apa yang harus di lakukan kelak jika terpilih,,,ya minimal mereka yang terpilih adalah orang-orang yang paham dengan tiga fungsinya buggeting,regulasi dan cotroling.
Setelah lumayan lama ngalor ngidul pembicaraan kami
kali ini pernyaannya menjurus ke ara pribadi ku pentayaannya “Kenapa kamu tidak
ikut meramaikan suksesi ini…?”Waduh cukup kaget aq di buatnya dengan pertanyaan
menggelitik ini bahkan sempat membuat aku tertarik untuk menjawab “aq ingin
ikut dan mewakili kalangan orang biasa hehehehe Canda ku dengan nada
guyon”,,,Dalam sebenarnya jawaban seriusku kawan bahwa aq masih belum bisa
narsis dengan memajang foto di setiap tikungan,perempatan dan bahkan di pojok
gang aq masih belum punya foto yang memiliki aura mewakili dan karismatik atau
juga aq masih sering menikmati karaoke,togel dan bergaul dan terlibat dengan
penjudian di kampung ku itu kenapa aq tidak ingin ikut aq belum siap di foto
dan di ikuti oleh wartawan dan di liput tentang apa yang aku lakukan.
Terahir dari perbincangan tersebut aku mulai
bertanya-tanya tentang apa maksud dari beberapa pertanyaan teman ku
ini,,,jangan2 dia hanya sekedar bertanya agar pertemuan ini tidak berlalu
begitu saja atau dia ini adalah orang yang sadar tentang bagaimana memilih yang
benar “Wallahualam bisswab” hanya dia dan tuhan yang tahu namun jauh dari lubuk
hati aq berharap dia adalah calon pemilih yang rasional,memilih dengan jeli
menilai,atas inisiatif sendiri toleran dalam bersikap dan terukur sehingga
hasil pilihannya berkualitas.(Catatan Ngawur setelah kongko 2 jam dengannya di
tengah siang yang panas) (Syaf Kaso )




